Showing posts with label EUTRAN. Show all posts
Showing posts with label EUTRAN. Show all posts

Friday, June 5, 2015

Mobility LTE - Dedicated Mode

Mobilitas UE dikendalikan oleh handover ketika status RRC connected. Dengan demikian tidak ada jenis UTRAN dengan status sebagai CELL_PCH dimana UE dalam keadaan RRC_CONNECTED. Handover di E-UTRAN didasarkan pada prinsip-prinsip berikut:Handover dikontrol oleh network. E-UTRAN memutuskan kapan untuk membuat handover dan apa target sel-nya.

Handover pada E-UTRAN berdasarkan prinsip sebagai berikut:


  1. Handover dikontrol oleh network. E-UTRAN memutuskan kapan untuk membuat handover dan apa target sel-nya.
  2. Handover berdasarkan pengukuran UE yang dikontrol oleh parameter yang diberikan E-UTRAN.
  3. Handover pada E-UTRAN ditargetkan tidak ada loss dengan menggunakan packet forwarding antara sumber dan target ENodeB.
  4. Koneksi S1 pada core network diupdate hanya ketika handover disisi radio telah lengkap. Core Network tidak mengontrol proses handover.

Berikut adalah ilustrasi prosedur intra frequency handover:


Gambar 1. Intra frequency Handover

Ketika sel target memenuhi batas threshold pengukuran, UE mengirimkan report pengukuran ke ENodeB. Kemudian ENodeB menetapkan koneksi signalling GTP (GPRS Tunneling Protocol) ke sel target. Setelah target ENodeB memiliki resource, sumber ENodeB mengirimkan perintah handover ke UE, kemudian UE bisa memindahkan koneksi radio dari sumber ke target ENodeB. Core network tidak menyadari dengan proses handover tersebut, namun koneksi core network akan diupdate. prosedur ini dinamakan Late Patch Switching.


Pengukuran Handover
Sebelum UE bisa mengirimkan report pengukuran, harus diidentifikasi oleh target sel. UE menidentifikasi sel menggunakan signal sinkronisasi. UE mengukur level signal menggunakan reference symbol. Tidak ada yang diperlukan UE pada E-UTRAN untuk membaca broadcast channel selama pengukuran handover. Berbeda dengan UE pada UTRAN, UE perlu melakukan decoding broadcast channel untuk mendapatkan urutan frame yang diperlukan untuk menyelaraskan transmisi soft handover di downlink. Ketika kondisi threshold terpenuhi, UE akan mengirimkan pengukuran handover ke ENodeB.

Automatic Neighbor Relation
Menjaga neighbourlist menjadi pekerjaan berat dalam jaringan selular, khususnya ketika banyak penambahan site-site baru. Missing neighbor menjadi alasan banyaknya kejadian drop call. UE pada E-UTRAN bisa mendeteksi intra-frequency neighbor tanpa neighbor list, unggul untuk manajemen network dan kualitas network yang lebih baik. 

Berikut ilustrasi automatic neighbor relation :


Gambar 2. Automatic Neighbor Identification

UE bergerak menuju sel baru dan mengidentifikasi PCI (Physical Cell Identity) berdasarkan signal sinkronisasi. UE mengirimkan report pengukuran ke ENodeB ketika report handover threshold terpenuhi. Namun ENodeB tidak meimliki koneksi X2 ke sel tersebut. PCI ID tidak cukup unik mengidentifikasi 504 PCI ID saat network memiliki puluhan ribu sel. Oleh karena itu, serving ENodeB meminta UE untuk decode global cell ID dari broadcast channel target sel. Global cell ID mengidentifikasi sel yang unik. Berdasarkan global cell ID serving ENodeB bisa menemukan alamat transport layer pada target sel menggunakan informasi dari MME dan membangun koneksi X2 sehingga serving ENodeB bisa melanjutkan proses handover. Koneksi X2 yang baru perlu dibuat dan beberapa koneksi lama yang tidak terpakai dapat dihapus ketika sel baru ditambahkan ke network. 

Friday, May 8, 2015

Arsitektur LTE

Arsitektur LTE dikenal dengan suatu istilah SAE (System Architecture Evolution) yang menggambarkan suatu evolusi arsitektur dibandingkan dengan teknologi sebelumnya. Secara keseluruhan LTE mengadopsi teknologi EPS (Evolved Packet System). Didalamnya terdapat tiga komponen penting yaitu UE (User Equipment), E-UTRAN (Evolved UMTS Terrestial Radio Access Network), dan EPC (Evolved Packet Core).

Gambar 1. Arsitektur LTE

User Equipment (UE)
User equipment adalah perangkat dalam LTE yang terletak paling ujung dan berdekatan dengan user. Peruntukan UE pada LTE tidak berbeda dengan UE pada UMTS atau teknologi sebelumnya.

E-UTRAN
Evolved UMTS Terresterial Radio Access Network atau E-UTRAN adalah sistem arsitektur LTE yang memiliki fungsi menangani sisi radio akses dari UE ke jaringan core. Berbeda dari teknologi sebelumnya yang memisahkan Node B dan RNC menjadi elemen tersendiri, pada sistem LTE E-UTRAN hanya terdapat satu komponen yakni Evolved Node B (eNode B) yang telah emnggabungkan fungsi keduanya. eNode B secara fisik adalah suatu base station yang terletak dipermukaan bumi (BTS Greenfield) atau ditempatkan diatas gedung-gedung (BTS roof top).

Evolved Packet Core (EPC)
EPC adalah sebuah system yang baru dalam evolusi arsitektur komunikasi seluler, sebuah system dimana pada bagian core network menggunakan all-IP. EPC menyediakan fungsionalitas core mobile yang pada generasi sebelumnya (2G, 3G) memliki dua bagian yang terpisah yaitu Circuit switch (CS) untuk voice dan Packet Switch (PS) untuk data. EPC sangat penting untuk layanan pengiriman IP secara end to end pada LTE. Selain itu, berperan dalam memungkinkan pengenalan model bisnis baru, seperti konten dan penyedia aplikasi. EPC terdiri dari MME (Mobility Management Entity), SGW (Serving Gateway), HSS (Home Subscription Service), PCRF (Policy and Charging Rules Function), dan PDN-GW (Packet Data Network Gateway). Berikut penjelasan singkatnya:

Mobility Management Entity (MME)
MME merupakan elemen control utama yang terdapat pada EPC. Biasanya pelayanan MME pada lokasi keamanan operator. Pengoperasiannya hanya pada control plane dan tidak meliputi data user plane. Fungsi utama MME pada arsitektur jaringan LTE adalah sebagai authentication dan security, mobility management, managing subscription profile dan service connectivity.

Home Subscription Service (HSS)
HSS merupakan tempat penyimpanan data pelanggan untuk semua data permanen user. HSS juga menyimpan lokasi user pada level yang dikunjungi node pengontrol jaringan. Seperti MME, HSS adalah server database yang dipelihara secara terpusat pada premises home operator.

Serving Gateway (S-GW)
Pada arsitektur jaringan LTE, level fungsi tertinggi S-GW adalah jembatan antara manajemen dan switching user plane. S-GW merupakan bagian dari infrastruktur jaringan sebagai pusat operasioanal dan maintenance. Peranan S-GW sangat sedikit pada fungsi pengontrolan. Hanya bertanggungjawab pada sumbernya sendiri dan mengalokasikannya berdasarkan permintaan MME, P-GW, atau PCRF, yang memerlukan set-up, modifikasi atau penjelasan pada UE.

Packet Data Network Gateway (PDN-GW)
Sama halnya dengan SGW, PDN-GW adalah komponen penting pada LTE untuk melakukan terminasi dengan Packet Data Network (PDN). Adapun PDN GW mendukung policy enforcement feature, packet filtering, charging support pada LTE, trafik data dibawa oleh koneksi virtual yang disebut dengan service data flows (SDFs).

Policy and Charging Rules Function (PCRF)
PCRF merupakan bagian dari arsitektur jaringan yang mengumpulkan informasi dari dan ke jaringan, sistem pendukung operasional, dan sumber lainnya seperti portal secara real time, yang mendukung pembentukan aturan dan kemudian secara otomatis membuat keputusan kebijakan untuk setiap pelanggan aktif di jaringan. Jaringan seperti ini mungkin menawarkan beberapa layanan, kualitas layanan (Quality of services), dan aturan pengisian. PCRF dapat menyediakan jaringan solusi wireline dan wireless dan juga dapat mngaktifkan pendekatan multidimensi yang membantu dalam menciptakan hal yang menguntungkan dan platform inovatif untuk operator. PCRF juga dapat diintegrasikan dengan platform yang berbeda seperti penagihan, rating, pengisian, dan basis pelanggan atau juga dapat digunakan sebagai entitas mandiri.


Berikut artikel terkait lainnya:

Pengantar Teknologi 4G LTE
Radio Interface LTE
OFDMA dan SC-FDMA
MIMO-Multiple Input Multiple Output
Physical Layer
MODULASI
Resource Block
LTE RF Measurement
Coverage Planning
Opsi Spektrum Untuk LTE
Kapabilitas User Equipment (UE)
Mobility LTE - Idle Mode
Mobility LTE - Dedicated Mode
Pengukuran Performansi LTE
Pengukuran Performansi LTE - Bagian 2
Pengukuran Performansi LTE - Bagian 3
Deployment Optimization Process
LTE Capacity Monitoring
LTE Capacity Monitoring - Bagian 2
Opini Tentang Teknologi 4G LTE
Perspektif Kemerdekaan pada Teknologi ICT
Physical Layer Part-2
4G LTE REVOLUSI DIGITAL
LTE Quality of Service
Reference Signal
Happy New Year, Happy 4G LTE